Apakah Perak Cocok untuk Investasi? Berikut Kelebihan Maupun Kekurangannya di Tahun 2026 Ini

FOQE.NET – Apakah perak cocok untuk investasi? Ini adalah pertanyaan umum yang biasanya dipertanyakan oleh sebagian orang yang masih bingung.

Terutama untuk orang-orang yang ingin menjadikan perak sebagai instrumen investasi. Lantaran, nama perak kini tengah dibicarakan perihal harganya yang sudah naik tinggi.

Bahkan, harga perak sekarang semakin melambung 4,5% di pasar spot menjadi USD 100,49 per ons, lalu harga perak di Indonesia sendiri kini tembus capai Rp55.720/gram.

Yang jelas, apabila kamu ingin berinvestasi pada perak di tahun 2026 ini. Ada kelebihan dan kekurangan yang perlu kamu perhatikan. Untuk detailnya, bisa kamu temukan di artikel ini.

Kelebihan Investasi Perak:

1. Keuntungan atau Return

Untuk berinvestasi pada perak, kamu bisa mendapatkan return atau keuntungan yang bisa dikatakan lumayan, dengan harga pembelian yang lebih murah daripada emas.

Kemudian, perak sebagai aset berharga memiliki banyak varian yang bisa diperjualbelikan. Dan, dari aktivitas jual beli itu, kamu bisa dapat keuntungan bila harga perak melonjak.

Yang jelas, berinvestasi pada perak memberikan keuntungan yang sepadan di tahun 2026, terlebih karena permintaan global yang sedang naik.

2. Harga Terjangkau

Dengan investasi pada perak, kamu bisa mendapatkan harga beli yang terjangkau, dan lebih murah jika dibandingkan dengan harga beli emas yang sudah menyentuh All Time High.

Walaupun perak sekarang sudah beberapa kali harganya melonjak naik, akan tetapi jika dihitung dalam satuan per gram, harga perak masih bisa dikatakan ramah di kantong para investor.

Belum lagi, dengan harga yang terjangkau itu misalnya dengan Rp55.720/gram untuk konteks harga perak di Indonesia per Sabtu, 24 Januari 2026 ini.

3. Diversifikasi dan Risiko Rendah

Dengan berinvestasi pada aset seperti perak, kamu bisa melakukannya salah satu langkah diversifikasi cerdas, terutama dalam mengoptimalkan portfolio investasi.

Jadi, kamu bisa berinvestasi pada perak sebagai tujuan diversifikasi investasi, supaya kamu bisa tetap mendapatkan gain atau keuntungan, dikala portfolio kamu ada yang terbakar.

Belum lagi, investasi pada perak memiliki risiko yang cenderung lebih rendah dan konservatif. Cocok buat kamu yang masih pemula dalam bidang investasi pada satu komoditas.

Kekurangan Investasi Perak:

1. Fluktuasi Harga

Dengan berinvestasi pada perak, kamu bisa merasakan fluktuasi harga yang terkadang naik tajam atau koreksi tajam alias cenderung menurun.

Karena, komoditas seperti perak itu harganya tergantung pada hukum supply and demand alias permintaan dan penawaran di pasar global.

2. Likuiditas Minim

Sebagai instrumen investasi, perak itu sangat disayangkan masih memiliki pasar yang tidak terlalu besar seperti emas.

Jadi, boleh dikatakan bahwa investasi pada perak itu memiliki likuiditas yang masih minim, dengan informasi perkembangan harga yang tidak seluas emas.

3. Rawan Kusam

Sebagai instrumen investasi, perak sendiri memiliki kelemahan seperti bisa terkena oksidasi maupun kusam yang bisa mempengaruhi nilainya.

Jadi, disarankan agar kamu bisa merawat perak sepenuh hati, agar keuntungan jika kamu menjualnya masih tinggi, jika perak yang kamu miliki tidak rusak dan kusam.

Nah, sekian informasi yang menjelaskan tentang investasi pada instrumen perak ini. Yang merujuk pada kelebihan maupun kekurangannya sebagai komoditas aset berharga di 2026 ini.

Leave a Comment