FOQE.NET – Harga emas naik ke angka US$ 4.600/Oz, yang mana hal lonjakan tersebut didasari oleh faktor eksternal yang sangat penting.
Seperti misalnya fakta di lapangan bahwa kondisi geopolitik Amerika Serikat – Venezuela, ataupun ketegangan yang terjadi di Iran, itu adalah pemicu kenaikan harga emas.
Kemudian, ada pelemahan yang datang dari sektor Data Ketenagakerjaan AS yang turun melebihi estimasi konsensus awal. Serta independensi The Fed yang kini diragukan.
Dari semua rangkaian itu, alhasil harga emas kembali rally dan berpotensi menembus harga All Time High atau ATH baru dalam beberapa waktu dekat ini.
Kenaikan Harga Emas
Seperti diketahui, harga emas selalu naik walaupun sempat terkoreksi bahkan stagnan dalam beberapa hari kebelakang.
Namun, berkat adanya faktor eksternal seperti kondisi geopolitik AS sebagai negara adidaya pengatur ekonomi dunia, termasuk arah pergerakan harga emas.
Lonjakan harga emas ini, berpotensi untuk menembus resistance dan membuat harga ATH yang baru dari sebelumnya dan memperpanjang masa rally kedepannya.
Belum lagi, beberapa analis ekonomi dari AS, sudah sepakat bahwa harga emas mempunyai potensi besar untuk naik lagi di awal tahun 2026 ini.
Kondisi Geopolitik
Untuk kondisi geopolitik, antara AS dan Venezuela yang baru-baru ini terjadi, itu merupakan salah satu faktor eksternal yang bisa mempengaruhi lonjakan harga emas.
Terlebih lagi, selain kondisi AS – Venezuela, kini situasi geopolitik tambah diperparah dengan AS yang bernegosiasi untuk intervensi militernya di Iran soal pengurusan demonstrasi.
Dengan kondisi geopolitik global yang tidak menentu ini, ditambah langkah dan peran krusial dari AS di Venezuela maupun Iran, alhasil bisa jadi pendongkrak untuk harga emas.
Tercatat dengan adanya tekanan di geopolitik, harga emas cenderung naik, karena merupakan siklus sebagai bentuk pertahanan diri bagi sebagian orang seperti investor aset.
Dampak Bagi Indonesia
Dengan harga emas global yang mengacu pada indeks XAU/USD yang menyentuh angka US$ 4.600/Oz. Lonjakan tersebut akhirnya berpengaruh pada harga emas di Indonesia.
Seperti misalnya untuk harga emas dari PT Aneka Tambang atau Antam, yang lanjut mengalami kenaikan setelau sebelumnya berada di level stagnan.
Diketahui, bahwa harga emas Antam per Senin, 12 Januari 2026, itu mengalami kenaikan sebesar Rp29.000 per satuan gramasi dari yang terkecil maupun yang terbesar.
Untuk informasi soal harga emas Antam 1 Gram, saat ini berada di kisaran Rp2.631.000/gram. Berikut harga buyback atau pembelian kembali dikisaran Rp2.484.000.
Yang jelas, kenaikan harga emas saat ini dipicu oleh berbagai faktor eksternal, seperti geopolitik global dengan adanya peranan besar dari Amerika Serikat.
Berikut dampaknya terhadap pergerakan harga emas di Indonesia yang kembali naik signifikan dari hari sebelumnya.