Konversi Motor Bensin ke Listrik Dikebut Tahun 2026, Bahlil Lahadalia Sebut Target Besar, Imbas Penutupan Selat Hormuz

FOQE.NET – Konversi motor bensin ke listrik, akan digarap semakin masif di tahun 2026 ini, seiring kondisi eksternal yang kurang mendukung.

Yakni, gegara perang antara Iran VS US-Israel, hasilnya adalah kondisi global yang tidak menentu, dan menganggu komoditas minyak hingga berujung penutupan Selat Hormuz.

Imbas jalur penting tersebut ditutup, tentunya pasokan minyak nasional bisa terganggu, sehingga meninggalkan tanda tanya terhadap stok bahan bakar untuk motor kedepannya.

Alhasil, program konversi motor listrik digarap oleh Kementerian ESDM, sesuai perkataan Bahlil Lahadalia, yang menyebut target besar demi menjawab tantangan global ini.

Penutupan Selat Hormuz

Perang antara Iran dan US gabungan Israel ini, berpotensi menyebabkan kerugian yang bisa menyeret negara lain, walaupun jauh dari jangkauan eskalasi konflik.

Karena Iran sebagai pihak terdampak, melakukan aksi yang tegas, yaitu menutup jalur Selat Hormuz, untuk memberikan ganjaran pada pihak yang jadi lawan mereka.

Kendati demikian, walaupun Indonesia termasuk sebagai negara yang tidak berkonflik, nyatanya kondisi minyak nasional dikhawatirkan bisa terganggu akibat penutupan itu.

Karena diketahui, ada beberapa kapal tanker dari Pertamina, yang tidak bisa lewat dari jalur Selat Hormuz, karena pihak Iran belum memberi restu untuk membuka jalur tersebut.

Kondisi Minyak Nasional untuk Bahan Bakar

Imbas penutupan Selat Hormuz, pasokan minyak nasional untuk Indonesia jadi terganggu. Dan menyebabkan ketergantungan pada bahan bakar jadi menipis.

Dan, cadangan minyak Indonesia pun sempat ada di titik yang cukup kritis, karena merujuk dari statement Bahlil Lahadalia, cadangan minyak nasional itu berkisar 20 hari saja.

Dengan cadangan minyak yang bisa dikatakan sedikit itu, tentu saja faktor bahan bakar nasional bisa terdampak dan keberlanjutannya jadi sangat riskan.

Oleh karenanya, program seperti konversi motor listrik, bisa jadi solusi yang dapat diambil oleh pemerintah, dengan segala tindak-tanduk yang masih dikaji ulang.

Program Konversi Motor Listrik

Untuk program konversi motor listrik sendiri akan dicanangkan lebih serius di tahun 2026, terutama dalam menjawab ketidakpastian pasokan minyak untuk bahan bakar.

Imbas perang dan penutupan Selat Hormuz, itu menjadi faktor eksternal yang secara langsung menyebabkan pemerintah Indonesia putar otak mencari solusi.

Dan, program konversi motor listrik ini, merupakan program lanjutan dari yang tahun sebelumnya, yang sudah diproduksi sebanyak 200 unit.

Kemudian, di tahun 2026 ini, pemerintah melalui Kementerian ESDM, berencana untuk menambah kapasitas produksi konversi motor listrik hingga 6 Juta untuk realisasi targetnya.

Yang jelas, program konversi motor listrik ini, merupakan langkah yang bisa dikatakan progresif, terutama dalam menekan pertumbuhan transisi energi dari motor bensin ke motor listrik secara bertahap.

Leave a Comment